The news is by your side.

6 Fakta Pegunungan Cartenz Yang Besalju

0 1.217

Pegunungan Salju tropis legendaris ini terletak di tengah-tengah hutan tak berujung di Tanah Papua. Dari tiga puncak yang ada di deretan pegunungan ini hanya Carstensz Piramid yang memiliki salju.

Cartenz Pyramid, dindingnya setinggi 500-600 meter. Puncak dari Carstensz Pyramid sebagian besar kasar dan terbuka. Beberapa pendaki mengatakan bahwa dinding Carstensz Pyramid sangat tajam seperti kaca.

Meskipun Puncak Salju tidak terlalu tinggi dan terletak 4 derajat selatan khatulistiwa namun puncak ini memiliki empat gletser yang relatif besar. Yang terbesar dari puncak ini disebut Meren Glacier. Puncak ini sering disebut juga Puncak Jaya karena sudah lama dianggap sebagai puncak tertinggi Papua. Puncak Cartenz terletak di ketinggian 4.884 DPL (4.884 Km di atas permukaan laut), Dunia mengakui tinggi Puncak Cartenz adalah 5030 M. Luas gletser yang menutupi Puncak Cartenz mencapai 13 KM persegi.

Apa saja fakta mengenai puncak cartenz yang bersalju itu, silahkan disimak:

1.Penemu

Jan Carstenszoon, seorang penjelajah Belanda adalah orang pertama yang melihat gletser di puncak Cartenz tahun 1623.  Cartenz Piramid merupakan puncak tertinggi dari pegunungan jayawijaya yang terdapat di tanah papua. Puncak ini pertama kali di temukan ketika Jan Carstenszoon menjelahi pelayaran dari Ambon menuju Australia, dia melihat sebuah puncak gunung yang tertutup oleh lapisan putih yang diduga adalah lapisan salju. Ada gunung salju di Khatulistiwa. Awalnya Jan Carstensz dianggap mengada-ada karena laporannya itu. Seiring waktu datanglah berita lain tentang adanya pegunungan salju di Amerika selatan, juga di tahun 1848 seorang misionaris melaporkan hal serupa di Afrika utara. Perhatian pun mulai tertuju pada puncak salju yang dilaporkan oleh Jan Carstensz.

2. Penjelajah Pertama

Hendrikus Albertus Lorentz (top left) at the 1903 New Guinea expedition
Hendrikus Albertus Lorentz (top left) at the 1903 New Guinea expedition

Lebih dari dua ratus lima puluh tahun lamanya setelah ditemukan Jan Cartenszoon, ekspedisi pendakian pertama baru dilakukan oleh Hendrik Albert Lorentz di tahun 1907. Ekpedisi selama 6 bulan tersebut mengalami kegagalan akibat keganasan alam Papua.

Hingga 2 tahun kemudian Padang salju (gletser) Puncak Cartenz berhasil didaki, tepatnya pada awal tahun 1909 oleh Hendrik Albert Lorentz dengan enam orang Suku Dayak Kenyah yang direkrut dari Apau Kayan di Kalimantan.

Seusai penjelajahan di Papua, Lorentz menempuh karier diplomatik. Sebelum ditempatkan di Uni Afrika Selatan dan meninggal di sana, ia pernah ditugaskan di Denmark.

Taman Nasional Lorentz dan Sungai Lorentz dinamai menurut dirinya.

3. Perjuangan Jan Cartenz 

panorama, carstensz pyramid, papua
Panorama Carstensz Pyramid, Papua.

Pada tahun 1913 Jan Cartenz seorang Naturalist asal Inggris A F R Wollaston berhasil mencapai hidung glasier di sisi Selatan Carstensz setelah melalui perjalanan melelahkan melewati hutan di pesisir selatan Papua. Ia membutuhkan 92 hari untuk mencapai 50km terakhir Kegagalan demi kegagalan terus dialami dalam pencapaian dan hingga puncak Cartenz. Selanjutnya seoarang pendaki berkebangsaan Austria H. Herrer bersama beberapa rekannya berhasil mencapai puncak tertinggi di kawasan Oceania ini, Cartenz akhirnya ditaklukkan.

4. Ekspedisi Carstensz 

Anggota tim ekspedisi ke pegunungan Carstensz di New Guinea, 1963
Anggota tim ekspedisi yang terdiri dari Frits Wissel, Jan Jacques Dozy dan beberapa orang Dayak ke pegunungan Carstensz di New Guinea, 1963.

Pada 5 Desember 1936 Frits Wissel mencapai padang gletser Carstensz Timur dan Puncak Cartenz. Pada tahun ini pula ‘Carstensz Expedition’ yang diprakarsai Belanda dilakukan untuk menentuan puncak tertinggi dari Carstensz Pyramid (4884 M), Puncak Mandala (4640 M), and Puncak Trikora (4730 M).

5. Berganti Nama Beberapa Kali

Cartenz Pyramid Photo by Enda Kaban
Cartenz Pyramid Photo by Enda Kaban

Tahun 1963, puncak ini berganti nama menjadi Puncak Soekarno, setelah itu kemudian diganti menjadi Puncak Jaya.

6. Akankah terus Abadi?

Perubahan Es Puncak Cartenz sejak 1850-2003
Perubahan Es Puncak Cartenz sejak 1850-2003

Sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh Lonnie Thompson, seorang paleoclimatologist pada tahun 2010 menemukan bahwa gletser di Puncak Cartenz menghilang pada tingkat ketebalan 7 meter per tahun dan akan lenyap sama sekali dalam beberapa tahun kedepan.

*Diolah dari berbagai sumber

—-

silahkan berbagi ke teman anda sebagai pengetahuan, keep with love from Papua

 


loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More