Burung cendrawasih hinggap masuk di perumahan warga di Wamena. Foto: Pace Bro/Elisabeth Wetipo

Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Papua bakal menggandeng World Wildlife Fund (WWF) Indonesia untuk membangun pusat ekowisata berupa atraksi melihat burung (bird watching) dan konservasi cenderawasih di Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura.

Direktur WWF Indonesia Wilayah Papua Benja Victor Mambai mengatakan Distrik Nimbokrang memiliki lima spot untuk memantau keindahan burung asli Papua. Lima tempat itu adalah Rhepang Muaif dan Amai di Kabupaten Jayapura serta Berawai, Poom dan Sawendui di Kabupaten Kepulauan Yapen.

WWF juga akan mengkampanyekan larangan penggunaan bulu burung cenderawasih asli sebagai aksesoris dan cinderamata bagi wisatawan yang berkunjung ke Papua.

Dengan membuat area khusus konservasi cenderawasih melalui ekowisata pemantauan burung, masyarakat dapat berinteraksi dan mendapatkan pengalaman langsung melihat bentuk dan mendengar suara hewan tersebut.

“Masyarakat akan mendapatkan pemahaman bahwa burung cenderawasih merupakan ikon keanekaragaman hayati Papua. Jika hutan dikelola secara lestari maka burung cenderawasih tetap ada,” kata Victor.

Editor: Yoseph Rumaropen