Beranda Berita Jauh dari Kampung Serta Jalan Rusak, Banyak Anak Di Merauke Putus Sekolah 

Jauh dari Kampung Serta Jalan Rusak, Banyak Anak Di Merauke Putus Sekolah 

526
0

Puluhan tahun Papua bersama NKRI sejak 1969, kondisi pendidikan Papua tak berubah ke waktu ke waktu. Sebab untuk mendapatkan yang layak adalah hak mutlak sebagai warga negara dan dijamin konstitusi.

Salah satu dari sekian banyak adalah di Merauke, Papua. Dimana banyak siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Jagebob, Merauke terpaksa harus berhenti sekolah. Bukan karena tak mampu bersaing tetapi jarak tempuh dari kampung mereka sangat jauh yang berkisar 13 kilometer. Ditambah juga dengan kondisi sepanjang jalan yang rusak berat.

“Itu semata-mata karena transportasi jauh serta kondisi jalan rusak yang ikut mempengaruhi semangat anak didik untuk rutin tiap hari ke sekolah,” ujar seorang warga Kampung Blandika Kai, Rojikin kepada wartawan Tabloid Jubi Jumat (21/7/2017).

Menurut penjelasan rojikin, anak-anak di kampung menggunakan sepeda ke sekolah. Hanya saja, hal itu tak memuluskan perjuangan para siswa ini karena terkadang sepeda harus dipikul, akibat kondisi ruas jalan rusak parah.

“Saya tidak ingat persis anak yang putus sekolah. Tetapi jumlahnya sangat banyak,” katanya.

Kondisi yang mengenaskan karena tak bisa sekolah itu terjadi kepada anak-anak yang tinggal di Jagebob 10 sampai Jagebob 13. Sebab akibat dari jalan yang rusak berat sejumlah anak sering terlambat sampai di sekolah.

“Bayangkan saja, setiap hari mereka keluar dari rumah jam 06.00 WIT dan baru tiba di sekolah jam 09.00 WIT. Padahal, kegiatan belajar mengajar sudah berjalan,” tuturnya.

“Memang masih ada sejumlah anak yang rutin ke sekolah tiap hari. Namun memerlukan waktu yang lama,” katanya.

Di lain tempat Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke yang membidangi masalah pendidikan, Moses Kaibu mendesak kepada Dinas Pendidikan dan Pengajaran setempat agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi anak-anak di Jagebob.

“Kalau memang karena transportasi jauh, solusinya adalah pemerintah membangun asrama di sekitar SMP. Sehingga anak-anak dapat tinggal dan mengikuti proses belajar mengajar rutin tiap hari,” pintanya. (Jubi)

Editor: Sarlota Cicilia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here