Jumat, Oktober 18, 2019

SMP YPPK Moanemani Mandiri Karena Kopi

Must Read

7 Tempat Wisata Menarik di Papua Selain Raja Ampat

Ada apa saja tempat wisata di Papua?

Habema, Danau Tertinggi di Indonesia

Danau Habema memang bisa dikatakan sebagai danau di atas awan.

Ini 11 Tempat Wisata Populer di Kota Timika

Jika sobat berkunjung ke Timika, berwisatalah ke tempat menarik dengan sejuta pesona alam Papua berikut ini.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Yayasan Pendidikan Persekolahan Katholik (YPPK) Santo Fransiskus Moanemani di Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua, berdiri teguh di atas lahan 2 hektare (ha). Siapa sangka sekolah yang dibangun pada 1964 itu masih terus bertahan dan menjadi sekolah tertua di pedalaman Papua berkat petani kopi lokal dan juga yang dijalankan oleh sekolah itu sendiri.

Cat biru pada dinding bangunan sekolah semi permanen itu memang mulai memudar. Namun, semangat untuk mempertahankan pelajaran tentang kopi sebagai muatan lokal siswa tetap membara.

Pelajaran tentang kopi di sekolah peninggalan Belanda di bawah Yayasan Persekolahan dan Pendidikan Katolik (YPPK) itu meliputi proses pembibitan, penanaman, panen, hingga proses pengepakan kopi yang siap dijual di pasaran. Beberapa saat sebelumnya pendidikan “kopi” di sekolah ini pernah diajarkan oleh seorang bruder asal Belanda Bruder Jan Sjerps OFM.

Bruder Jan Sjerps OFM
Bruder Jan Sjerps OFM. Photo by Mission Survival Papua

- Advertisement -

Kepala Sekolah SMP YPPK Santo Fransiskus, Ernest Giyai, menyebutkan muatan lokal diterima oleh siswa kelas VII-IX SMP. Para siswa setiap minggunya dibimbing untuk pergi ke kebun kopi, memelihara tanaman kopi, menyangrai kopi, hingga mengemas kopi dalam bungkus kemasan yang telah disediakan.

“Kebun kopi ada di belakang sekolah dan kami memiliki lebih dari 1.000 pohon. Namun, 200 pohon sudah mulai tua dan harus diregenerasi,” kata Ernest, Kamis, 23 Maret 2017.

Ernest berkisah, biji kopi Moanemani pertama kali dibawa oleh misionaris gereja yang bertugas di Dogiyai. Para misionaris saat itu berpikir Dogiyai merupakan daerah yang cocok untuk ditanami kopi.

Kopi Moanemani terkenal memiliki cita rasa khas berkat struktur tanah dan pupuk khusus. Penanaman kopi Moanemani hanya menggunakan pupuk buatan sendiri, yakni tanaman yang dikumpulkan pada sebuah kolam dan air di kolam itu yang akan mengalir ke pohon-pohon kopi.

Kebun Kopi SMP YPPK Moanemani
Kebun Kopi SMP YPPK Moanemani. Photo by Bernard

“Setiap hasil panen Kopi Moanemani akhirnya dibawa sampai beberapa negara, di antaranya Belanda, Belgia, dan sejumlah negara bagian lain di Eropa. Uang hasil kopi itu yang digunakan untuk membangun sekolah dan membuat fasilitas lainnya di sekolah ini, agar terus berkembang dan maju,” ucap Ernest.

Setelah para misionaris gereja meninggalkan Dogiyai dan berganti dengan guru-guru yang dilatarbelakangi oleh ilmu pertanian dan perkebunan, proses untuk terus melestarikan kebun kopi tetap dilanjutkan. Hingga kini, tercatat sudah 30 tahun lamanya, pendidikan lokal tentang kopi diajarkan di sekolah itu.

“Dana BOS itu kan baru ada beberapa tahun ini. Sebelumnya, sekolah ini sudah mandiri berkat dana penjualan kopi. Sampai saat ini, kopi hasil panen anak-anak di sekolah dipasarkan hingga Nabire atau bahkan para tamu yang datang ke Dogiyai membawa oleh-oleh khas kopi ini,” tutur Ernest.

Para guru di sekolah itu yakin, dengan adanya muatan lokal, makin lama para siswa makin mahir untuk memperlakukan tanaman kopi hingga kopi bisa dihidangkan dengan baik kepada penikmatnya. Siswa pun akan terseleksi dengan sendirinya, hingga nantinya lulus dari SMP akan masuk ke sekolah SMA jurusan perkebunan.

“Kami sadar, tidak semua siswa lulusan sekolah ini akan menjadi pegawai negeri ataupun pegawai lainnya. Pasti ada yang berkebun dan meneruskan perjuangan orangtua mereka untuk menjadi petani kopi,” kata dia.

Sisilia Mote, salah satu siswa kelas VIII menyebutkan ia belajar tentang kopi setiap Kamis. Jika di kebun kopi, Sisilia bersama puluhan teman sekelasnya membersihkan rumput di sekitar pohon kopi.

Jika buah kopi sudah merah dan siap panen, dia harus memetiknya, memotong daun kopi yang sudah kering. Sisilia kini bahkan mahir menyangrai kopi hingga mengemas kopi dalam label Fransiscus Coffee.

“Kami punya kebun kopi di rumah. Berkat pengenalan kopi ini, saya kadang memberitahukan kepada mama dan bapak, untuk merawat kopi dengan baik,” kata Sisilia.

——————————–
Artikel ini telah tayang di liputan6.com dengan judul:
Sekolah di Pedalaman Papua Bisa Mandiri Berkat Kopi Moanemani

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

video

Suku Huli; Merias Tubuh Untuk Kesadaran Akan Identitas

Orang Huli terkenal karena sifatnya yang suka berperang, agresif, dan hiasan wajahnya serta kostum yang dekoratif selama pertempuran.
video

Peduli Tragedi Nduga dan Wamena, Tim Persipura Bagi-bagi Ribuan Bunga

"Filosofinya kenapa harus bunga, air mineral dan pembatas buku, karena masing-masing benda tersebut memiliki lambang dan makna tersendiri," Kata Jaksen F Tiago.

Persipura Tidak Akan Bermarkas Di Jayapura Hingga Liga 1 Usai

Proses renovasi Stadion Mandala diperkirakan akan selesai pada bulan Desember mendatang
video

Kasuari Burung paling mematikan di dunia, Pria ini dianiaya hingga tewas

Jika berbicara tentang burung paling berbahaya, mungkin beberapa orang akan membayangkan burung elang emas atau burung condor. Dengan kemampuannya menyerang mangsa dan ukurannya yang besar...

Ritual Kematian Orang Anga di PNG, Dibiarkan Terbuka Untuk Cium Aroma Kematian

Mayat-mayat ini dilestarikan dengan teknik tingkat tinggi, dengan ketelitian dan persiapan.

More Articles Like This