fbpx
Trada Ko Tra Rame

4 Fakta Tentang Tembagapura

934

Akhir-akhir ini hampir seluruh media dari Jakarta memberitakan tentang konflik yang terjadi antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) versus Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) di Timika khususnya di daerah Tembagapura.

Terlepas dari topik yang sedang hangat, tentu kami tidak akan membahas situasi konflik ini. Namun lebih kepada tentang fakta yang ada dan pernah terjadi disekitar distrik Tembagapura. Untuk diketahui Tembagapura merupakan sebuah distrik setingkat kecamatan yang terletak di Kabupaten Mimika, Papua, Indonesia.

Tambang Terbesar Ke 3 di Dunia
Freeport Indonesia telah melakukan eksplorasi di dua tempat di Papua, masing-masing tambang Erstberg (dari 1967) dan tambang Grasberg (sejak 1988)

1 Tambang Terbesar Ke 3 di Dunia

Beberapa orang di luar Papua, tentu akan bingung jika menanyakan letak Tembagapura. Tetapi jika menanyakan Freeport, tentu dengan cepat akan dibalas dengan “Perusahaan tambang emas“. Bahwa di Tembagapura ini terdapat dua gunung di mana terletak dua tambang besar, masing-masing tambang Ertsberg (tambang tembaga) di Gunung Ertsberg dan tambang Grasberg di Gunung Grasberg yang merupakan tambang dengan cadangan tembaga terbesar ketiga di dunia dan cadangan emas terbesar di dunia. Kedua tambang ini dioperasikan oleh PT. Freeport Indonesia.

Awalnya Kontrak Karya pertama Freeport ditandatangani di Jakarta pada tahun 1967, dua tahun sebelum Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) dilaksanakan di Papua yakni tahun 1969. Selanjutnya pada tahun 1973 Presiden Soeharto meresmikan perusahaan tambang tembaga raksasa yang kini dikelola PT Freeport. Pada tahun yang sama juga nama Kota Tembagapura ditetapkan.

2 Negeri diatas Awan

Kota ini jarang disinari matahari, memiliki iklim dingin, dan awan-awan putih yang menyelimuti wilayahnya. Dengan ketinggian sekitar 2.500 mdpl, inilah ‘Negeri di Awan’ ala Papua. Jaraknya sekitar 55 km dari Kota Timika.

Untuk tiba di sana, Anda bisa melakukan perjalanan sekitar 20 menit dengan helikopter dari Kota Timika atau dengan bus khusus anti peluru dari Bandara Mozes Kilangin di Timika selama 2-3 jam.  Tembagapura  dikelilingi pegunungan dan awan putih yang berlapis-lapis. Suasana ini menghadirkan suhu yang cukup dingin, dengan suhu berkisar 5-20 derajat Celcius.

Pemandangan alam di Kota Tembagapura pun menyejukan mata. Anda bisa melihat jembatan-jembatan kecil di sudut kota dan kabut putih yang menghiasi langit kota, semakin menambah cantik dan indahnya suasana Kota Tembagapura.

Protes dan Kematian Orang Papua
2001 Goldman Environmental Prize recipient Yosepha Alomang with the Ouroboros

3 Protes dan Kematian Orang Papua

 

Konon kabarnya PT.Freeport yang beroperasi di Tembagapura ini merupakan upeti pemerintah RI ke Amerika untuk dukungan aneksasi Papua ke dalam NKRI. Pada tahun 1977/1978 Warga memprotes keberadaan PT.Freeport yang masuk tanpa melakukan sosialisasi kepada para penduduk asli. Namun protes ini dibalas oleh pemerintah Indonesia dengan operasi militer yang mengakibatkan pembataian ribuan orang Papua.

Selama Papua daerah operasi militer (DOM), pemerintah Indonesia telah melakukan 3 kali operasi militer secara besar-besaran di daerah Tembagapura. Pada tahun 1981, 14 orang dibunuh TNI dengan tuduhan OPM yang kemudian diketahui bahwa ini adalah operasi militer dengan kode ‘Operasi Gagak 1’yang juga digelar diseluruh tanah Papua. Timika dan sekitarnya adalah daerah operasi militer sektor C3.

Pada tahun 1988-1989 dilakukan dengan nama ‘Operasi Kasuari II ” ketika Kelly Kwalik muncul sebagai pimpinan OPM di daerah Agimuka dan Tembagapura.

Pada 1990, operasi intelijen militer yang berintikan pasukan Kopassus melakukan penangkapan yang disertai pembunuhan terhadap orang-orang yang ditengarai OPM kerap terjadi di berbagai tempat. Operasi jenis ini mulai terkuak ketika terjadi pembunuhan terhadap 11 penduduk kampung di Desa Wea, Tembagapura di bulan Oktober sampai Desember 1995. Operasi ini adalah “Operasi Militer Rajawali II” yang berlansung selama 1990 – 1995.

Tak hanya operasi itu, anda tentu ingat Mama Yosepha Alomang, yang meraih penghargaan Yap Thiam Hien 1999 Bidang Pembelaan HAM . Tak hanya itu, perempuan ini pun meraih The Goldman Environmental Prize di tahun 2001. Pada tahun 1994 Mama Yosepha ini pernah ditangkap bersama Mama Yuliana yang hingga diksisa luar biasa oleh TNI selama sebulan lebih. Mereka dimasukkan ke dalam bak WC dalam sebuah kontainer dan dikunci dari luar. Mereka dimasukkan ke bak penampungan tinja.

4 Derita diatas Kekayaan

 

Jika ditengok dari sumber dayanya, tambang emas di Tembagapura, Timika ni bisa dibilang adalah salah SDA paling kaya di muka bumi ini. Bayangkan saja, tambang Gasberg merupakan sumber emas paling banyak di dunia ini dan juga mengandung cadangan tembaga terbesar ketiga di dunia. Jadi bukan hal yang aneh kalau setiap bulan per tahun bisa mencapai lebih dari 900 Triliun. Namun sayang hanya sedikit yang didapatkan oleh warga lokal, alhasil mereka harus jadi penambang ilegal untuk mengais sisa-sisa dari keuntungan yang sebagian besar diambil oleh perusahaan besar.

Tak ayal hampir 200 ribu ton limbah harus dialirkan di areal sungai Aikwa setiap harinya. Dari “Limbah” itulah sebagian mata pencaharian para warga sekitar diperoleh. Dengan mengais “Sisa-sisa” emas, warga sekitar berburu menggunakan ayakan dan alat seadanya hanya untuk mendulang uang. Tak jarang dari perburuan mereka pada limbah emas itu dalam satu hari sekitar 500 ribu dapat mereka kantongi, namun itu bila beruntung. Namun hal ini pastinya tidak bisa dibandingkan dengan para penambang yang menggunakan alat canggih dalam mengeruk keuntungan yang dalam satu harinya  bisa sampai sekitar 10 juta.

Akhir kata, tentunya fakta ini ada dan pernah terjadi di Tembagapura. Siapa yang untung siapa yang rugi, karena dorang yang senang kitorang yang mati. Keep share with love.


loading...

Loading...

Comments

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More