Konser Papua Dalam Cinta Tribute to Rio Grime yang berlangsung Selasa, (31/10) malam di Graha Bhkati Budaya( GBB) TIM, Jakarta membuktikan bahwa Papua memiliki segudang musisi yang mumpuni. Lebih dari 100 orang musisi, termasuk penari, tampil memukau di hadapan ratusan penonton yang membludak hingga banyak yang berdiri tak kebagian kursi.

Dari deretan bangku VVIP nampak Menpora Imam Nahrawi, Mempupera Basuki Hadi Mulyono, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, serta tokoh–tokoh masyarakat Papua seperti Yorris Raweyai. Hadir pula Judhi Kristianto dari JK record yang menjadi produser dua album kelompok Rio Grime.

Memang jika dibandingkan dengan nama kelompok legendaris Black Brothers, nama Rio Grime kurang dikenal dikancah musik tanah air. Tapi bagi masyarakat Papua, Rio Grime adalah kelompok musik idola mereka. Terutama sekali karena Rio Grime membawakan lagu lagu berbahasa daerah Papua. Itu sebabnya Rio Grime memiliki penggemar hampir di seluruh Papua.

Dan bagi musisi-musisi asal Papua, Rio Grime juga menjadi panutan. Seperti yang nampak pada pertunjukan di GBB semalam. Puluhan musisi dengan gayanya masing-masing membawakan lagu-lagu yang pernah dipoulerkan oleh Rio Grime.

Dengan warna musik yang dekat ke hip hop dan reggae, lagu-lagu Rio Grime tentu saja juga mengajak penonton untuk bergoyang. Beberapa kali penonton ikut juga menyanyikan lagu-lagu yang sudah mereka kenal dengan akrab seperti Wayawai Windawe, Irsinggit atau Kawarine. Di tambah dengan beberapa nomor lagu diiringi dengan tarian yang mengambil dasar dari tari perang Papua, membuat pertunjukan semakin meriah.

Tidak kurang dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrowi memuji penampilan para pengisi acara “ Bagus, bagus sekali. Budaya Papua ini harus dikembangkan dan dilestarikan. Jangan sampai hilang sebagai kekakayan budaya Indonesia,” kata Nahrawi.

Rio Grime dikenal oleh masyarakat Papua sebagai group legendaris yang telah malang melintang selama 30 tahun dan pernah hits dengan lagunya yang berjudul Wayawai Windawe. Grup ini di gawangi oleh 5 orang personil yakni Mechu Imbiri, Agus Bonay, Jack Demetouw, William Sawaki dan Bob Kalba.

Pagelaran musik yang merupakan sebuah konser pengabdian anak negeri Papua kepada sang legenda itu, diprakarsai oleh Etho Papua Original dengan sejumlah musisi seperti Papua Original, Abreso, Frans Sisir, Sandy Betay, Anafre Singer’s, Steve Waramori, Koba Womsiwor, Lala Suwages dan lainnya.

Editor: Joseph Rumaropen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here