Beranda Berita Mengapa Persipura Tidak Ikut Piala Presiden?

Mengapa Persipura Tidak Ikut Piala Presiden?

266
0

Sebagai Persipuramania tentu kita bertanya-tanya mengapa Persipura tidak ikut berkompetisi di Piala Presiden?

Tentu saja ini bukan keputusan yang mudah bagi manajemen Persipura, tetapi kita juga mesti melihat apa yang menjadi alasan pertimbangan tidak mengambil bagian dalam kompetisi pra-musim 2018 ini.

Salah satunya adalah; jika Persipura ikut Piala Presiden, kemungkinan cedera atlet pada Kompetisi Liga 1 bisa menjadi masalah utama. Kompetisi yang berlansung selama Januari dan Februari ini, sangat tidak cukup untuk persiapan fisik umum dan khusus di Liga 1 2018 mendatang, justru lebih mendekatkan Persipura pada target juara.

Sementara itu salah satu fans berat Mutiara Hitam, Richard Safkaur mengatakan sebaiknya Persipura batal ikut saja, karena bila memaksa ikut dengan persiapan yang sangat minim dan apa adanya, konsekwensinya cukup berat.

“Jika di turnamen pra musim itu, Persipura kalah beruntun maka otomatis mendegradasi mental para pemain yang dipersiapkan ikut Liga 1,” katanya dikutip dari tabloid jubi.

Pada saat kongres Asprov PSSI Papua awal bulan ini, ketua Umum Persipura, Benhur Tommy Mano (BTM) telah menjelaskan alasannya.

Pertama kondisi keuangan yang hingga saat ini baru mendapatkan suntikan dana dari Bank Papua sebesar Rp8,5 miliar. Alasan kedua adalah PT. Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi hingga saat ini belum membayar hak-hak klub.

“Hak Persipura yang belum dibayar PT.Liga Indonesia kurang lebih sebesar Rp7 miliar,” kata BTM dikutip dari tabloidjubi.

Dalam penjelasannya BTM mengaku sudah menyampaikan kepada PSSI Pusat, jika menggelar Piala Presiden 2018, lunasi dulu hak klub. seperti diketahi bahwa PT LIB masih menunggak utang Persipura. Seperti hak siar tahun 2016 dan 2017. Subsudi klub, hadiah juara Liga 1 U-19 maupun hadiah pemain terbaik U-19.

Sebagai persipuramania tentu saja keputusan BTM kita dukung, tetapi saya juga berharap manajemen harus segera fokus dulu mencari dukungan dana, tapi kondisi ini jangan dibiarkan lama. Tim harus segera dikumpulkan dan pelatih segera ditunjuk.

Freeport dan Persipura kabarnya akan ketemu untuk mensepakati tentang kelanjutan sponsor di musim 2018 mendatang ini, namun hingga kini belum ada pemberitahuan kesepakatan dari para pihak masing-masing.

Keputusan BTM ini didukung banyak kalangan pemerhati sepak bola Papua, salah satunya adalah mantan kapten Persipura, Nando Fairyo.

“Ibarat pasukan militer harus yang terlatih. Baik fisik maupun mental dan punya jiwa korsa untuk membela Mutiara Hitam,” kata Legenda Hidup Mutiara Hitam ini.

Lantas apa pendapatmu?

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here