Jumat, Oktober 18, 2019

Peta NASA Ungkap Gletser Puncak Jaya Lenyap Secara Drastis

Must Read

7 Tempat Wisata di Manokwari

Manokwari punya panorama alam yang indah, terutama gunung dan pesona pantainya yang eksotis.

Ingin Berwisata Ke Sarmi? Inilah Tempatnya

Sarmi adalah singkatan dari nama suku-suku besar, yakni Sobey, Armati, Rumbuai, Manirem, dan Isirawa.

Jejak Perang Dunia II “Biak Battle”

Tak bisa dipungkiri lagi, Tanah Papua penuh misteri. Misteri sejarah masa lalu yang tersimpan dalam Panorama alam yang menjadi...

Citra satelit yang dirilis oleh NASA memperlihatkan betapa cepatnya gletser di puncak pegunungan Jayawijaya musnah. Puncak pegunungan ini adalah satu-satunya wilayah Indonesia yang memiliki salju.

Gambar ini direkam dengan Thematic Mapper di Landsat 4 dan Landsat 5, menunjukkan gletser di Puncak Jaya di Papua dengan ketinggian 4.884 meter di tahun 1988.

November 3, 1988
Foto NASA, November 3, 1988

Dan pada tahun 2017 oleh Operational Land Imager (OLI) melalui satelit Landsat 8. Di tahun 1988 dalam gambar menunjukkan lima gletser di Puncak Jaya, namun di tahun 2017, dua gletser tersebut hilang total, sementara tiga sisanya menyusut secara drastis.

Menurut perkiraan NASA dengan angka penyusutan seperti saat ini seluruh gletser di Papua bisa lenyap dalam kurun waktu 20 tahun mendatang.

- Advertisement -

December 5, 2017
Foto NASA, December 5, 2017

Para ahli belum menyebutkan apa yang menyebabkan penyusutan gletser tersebut, namun perubahan suhu, kelembaban, penyerapan dan tutupan awan bisa menjadi penyebab. Baik faktor iklim dan deforestasi di level lokal bisa menyebabkan perubahan-perubahan tersebut.

Menurut Andrew Klein, seorang profesor geografi di Universitas Texas A & M yang telah mempelajari wilayah tersebut, penurunan tersebut kemungkinan dimulai sejak sekitar tahun 1850-an.

Lihat sumber asli.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

video

Suku Huli; Merias Tubuh Untuk Kesadaran Akan Identitas

Orang Huli terkenal karena sifatnya yang suka berperang, agresif, dan hiasan wajahnya serta kostum yang dekoratif selama pertempuran.
video

Peduli Tragedi Nduga dan Wamena, Tim Persipura Bagi-bagi Ribuan Bunga

"Filosofinya kenapa harus bunga, air mineral dan pembatas buku, karena masing-masing benda tersebut memiliki lambang dan makna tersendiri," Kata Jaksen F Tiago.

Persipura Tidak Akan Bermarkas Di Jayapura Hingga Liga 1 Usai

Proses renovasi Stadion Mandala diperkirakan akan selesai pada bulan Desember mendatang
video

Kasuari Burung paling mematikan di dunia, Pria ini dianiaya hingga tewas

Jika berbicara tentang burung paling berbahaya, mungkin beberapa orang akan membayangkan burung elang emas atau burung condor. Dengan kemampuannya menyerang mangsa dan ukurannya yang besar...

Ritual Kematian Orang Anga di PNG, Dibiarkan Terbuka Untuk Cium Aroma Kematian

Mayat-mayat ini dilestarikan dengan teknik tingkat tinggi, dengan ketelitian dan persiapan.

More Articles Like This