Jumat, Oktober 18, 2019

Papuan Voices gelar Kompetisi Festival Film Papua II

Must Read

11 Tempat Wisata Menarik di Nabire

Nabire merupakan Kabupaten yang memiliki potensi yang luar biasa. Memiliki kekayaan berupa Wisata Bahari, Wisata Alam, Wisata Pantai bahkan Wisata Budaya.

15 Tempat Wisata Paling Populer di Papua

Untuk menyambangi tempat wisata di Papua, anda butuh rencana dari rute hingga kocek, berikut 15 tempat wisata Populer di Papua.

Jejak Perang Dunia II “Biak Battle”

Tak bisa dipungkiri lagi, Tanah Papua penuh misteri. Misteri sejarah masa lalu yang tersimpan dalam Panorama alam yang menjadi...

pacebro – Papuan Voices (PV) kembali gelar kompetisi film untuk Festival Film Papua ke II. Sebelumnya pada tahun 2017 lalu, PV telah berhasil gelar festival film untuk pertama kalinya di Tanah Papua di Merauke dengan masing-masing 10 film yang keluar jadi pemenang.

Festival Film Papua (FFP) ke-II, yang akan berlangsung pada 7-9 Agustus 2018 mendatang di Kota Jayapura.

Ketua Panitia Penyelenggara FFP ke-II, Harun Rumbarar mengatakan sebelum pelaksanaan FFP II, pihaknya akan melakukan pelatihan film diwilayah-wilayah komunitas Papuan Voices, termasuk workshop media dan kompetisi film, dimana film-film terbaik hasil kompetisi akan diputarkan saat FFP ke-II berlangsung.

“Dengan mengusung tema Masyarakat Adat Papua di Tengah Arus Modernisasi, persyaratan yang akan dikompetisikan diantara, usia minimal 17 tahun keatas, jika belum mencapai 17 tahun maka wajib ada pendamping. Film berjenis dokumenter, durasi film maksimal 30 menit termasuk opening dan credit title,” jelas Harun saat Konferensi Pers di Abepura, Jumat (18/5/2018), seperti dilansir lintaspapua.com.

Pihak panitia berharap tema pada festival tahun ini dapat memberi ruang bagi para pembuat film atau filmmaker untuk mengkritisi realita sosoal di Papua, terutama terkait implementasi teori modernisasi dan dampaknya terhadap masyarakat adat di Papua.

- Advertisement -

“FFP II bertujuan untuk memperkenalkan situasi masyarakat adat Papua dengan berbagai manusia dan kebudayaan yang merupakan dua unsur yang tidak terpisahkan,” ucapnya.

Hal serupa juga diamini oleh, Koordinator Umum Papuan Voices, Max Binur. Menurutnya, Papuan Voices adalah Komunitas Filmmaker Papua yang fokus memproduksi dokumenter berdurasi pendek tentang Manusia dan Tanah Papua. Filmmaker Papua hendak menyampaikan pesan-pesan kepada seluruh lapisan komunitas masyarakat di Tanah Papua, Indonesia dan Internasional untuk melihat Papua melalui “mata” orang Papua sendiri dalam bentuk film dokumenter.

Diketahui bahwa Papuan Voices sudah terbentuk sejak Tahun 2011 ketika Engage Media, Justice Peace and Integration of Creation (JPIC) MSC Indonesia dan Sekretariat Keadilan Perdamaan dan Keutuhan Ciptaan (SKPKC) Franciscan Papua (FP) bekerjasama dan mulai melatih para filmmaker baru di Papua. Papuan Voices sudah memproduksi beragaman jenis film dokumenter serta menyelenggarakan pelatihan-pelatihan untuk melahirkan para filmmaker di Tanah Papua.

“Saat ini Papuan Voices tersebar di 6 daerah di Tanah Papua, yakni: Kabupaten Biak, Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Wamena, Kabupaten Merauke, Sorong dan Raja Ampat,” terangnya.

Jika sobat pacebro tertarik silahkan ikut berpartisipasi dalam kompetisi ini untuk Tanah Papua yang lebih baik.

Editor: Sarlota.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

video

Suku Huli; Merias Tubuh Untuk Kesadaran Akan Identitas

Orang Huli terkenal karena sifatnya yang suka berperang, agresif, dan hiasan wajahnya serta kostum yang dekoratif selama pertempuran.
video

Peduli Tragedi Nduga dan Wamena, Tim Persipura Bagi-bagi Ribuan Bunga

"Filosofinya kenapa harus bunga, air mineral dan pembatas buku, karena masing-masing benda tersebut memiliki lambang dan makna tersendiri," Kata Jaksen F Tiago.

Persipura Tidak Akan Bermarkas Di Jayapura Hingga Liga 1 Usai

Proses renovasi Stadion Mandala diperkirakan akan selesai pada bulan Desember mendatang
video

Kasuari Burung paling mematikan di dunia, Pria ini dianiaya hingga tewas

Jika berbicara tentang burung paling berbahaya, mungkin beberapa orang akan membayangkan burung elang emas atau burung condor. Dengan kemampuannya menyerang mangsa dan ukurannya yang besar...

Ritual Kematian Orang Anga di PNG, Dibiarkan Terbuka Untuk Cium Aroma Kematian

Mayat-mayat ini dilestarikan dengan teknik tingkat tinggi, dengan ketelitian dan persiapan.

More Articles Like This