Peta Wilayah Adat Papua. Photo by Sorsama

pacebro – Pada tahun 1958, seorang pegawai Pemerintah Belanda di wilayah Dutch New Guinea bernama Jan Sneep pertamakali membuka Official Dutch Outpost di wilayah Sibil Valley (sekarang Oksibil, Ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang). Ia seorang penjelajah yang bisa berbahasa melayu, menguasai beberapa ratus kata bahasa lokal Sibil, dan berpengalaman melakukan kontak dengan suku pedalaman.

Pada tahun 1959, Jan Sneep ikut dalam gabungan French-Dutch Expedition yang bertujuan memetakan kawasan Star Mountains. Ekspedisi ini bergerak dari sisi selatan pegunungan sampai mencapai sisi utara. Pemimpin ekspedisi ini adalah Pierre Dominique Gaisseu, seorang pembuat film dokumenter berkebangsaan Perancis. Dalam ekspedisi yang melakukan penjelajahan selama total 7 bulan ini, juga melakukan misi pembuatan film dokumenter (dokumentasi yang berhasil dibuat kemudian diberi judul “Sky Above and Mud Beneath”, yang berhasil meraih Oscar kategori film dokumenter untuk pertamakalinya pada masa itu).

Jajaran Star Mountains (sekarang Pegunungan Bintang) merupakan sambungan dari Orange Range (sekarang Pegunungan Jayawijaya) yang berjajar ke timur, sampai wilayah barat dari negara Papua New Guinea. Disebelah barat dari jajaran Pegunungan Jayawijaya adalah Nassau Range (sekarang Pegunungan Sudirman) dengan puncak tertinggi bernama Carstensz Peak (sekarang Puncak Jaya). Puncak tertinggi dari jajaran Pegunungan Jayawijaya adalah Wilhemina Peak (sekarang Puncak Trikora). Sedangkan puncak tertinggi dari jajaran Pegunungan Bintang adalah Juliana Peak (sekarang Puncak Mandala). Kawasan Pegunungan Bintang merupakan salah satu wilayah terbasah dimuka bumi, dengan curah hujan mencapai 10.000 mm/tahun.

Puncak Mandala merupakan puncak tertinggi ke-dua (4760 meter) di seluruh Oceania, Australasia, pulau New Guinea, dan Indonesia. Puncak Mandala pertamakali dicapai oleh anggota pendaki dari French-Dutch Expedition pada 9 September 1959. Puncak ini terakhir diketahui masih ditutupi salju pada tahun 1989; pada tahun 2003 salju Mandala sudah total menghilang.

Jan Sneep tutup usia di Voorschoten Belanda 16 Januari 2016 pada usia 81 tahun. Ia sempat menulis buku “Einde van het stenen tijdperk” (end of the stone age) .

Pada tahun 90an, para tetua penduduk kampung Bape yang berada disisi timur arus deras hulu Sungai Digul, di kaki Puncak Mandala, masih bercerita bila diwaktu tertentu mereka bisa merasakan hujan salju. Kampung Bape berada 2 hari berjalan kaki menuju utara dari Oksibil.

Cek buku: Einde van het stenen tijdperk

Apa Reaksi Anda?

Bagikan Artikel ini:

Like us on Facebook for great stories daily!

SebelumnyaParade Tari Wor dan Yospan digelar di Kota Biak
BerikutnyaLorentz, Sitanala, dan Puncak Trikora

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here