Photo by rawpixel.com from Pexels

pacebro – Alkohol dapat merusak struktur dan fungsi jaringan otak sebagai akibat dari efek “neurotoxic” (racun) alkohol terhadap sel-sel saraf didalam jaringan otak.

Dengan semakin meningkatnya “dosis” tegukan miras maka akan semakin merusak bagian-bagian penting dari otak, seperti :

  • Lobus Frontal atau otak depan (penurunan kemampuan memutuskan dan memahami tujuan).
  • Sistem Limbik atau otak tengah (mudah emosi, pemarah, pelupa).
  • Serebellum atau otak kecil (penurunan ketangkasan gerak, penurunan keseimbangan).

Selanjutnya, dengan semakin menahunnya kecanduan alkohol (oleh sebab itu alkohol tergolong dalam zat “psikotropika”, sebab menimbulkan ketagihan, dimana semakin lama jumlah tegukan miras semakin banyak), maka kerusakan otak akan semakin parah; otak mengalami pengkisutan (cerebral atrophy), yang tidak bisa lagi kembali pada kemampuan seperti semula (penurunan fungsi otak permanen), dengan ciri: dementia (hilangnya kemampuan mengingat), gangguan perasaan (mood) berupa depresi, sensitif, temperamental (KDRT), serta anjloknya kecerdasan (cognitive).

Disamping itu, tidak kalah buruknya, peminum miras kronis akan mengakibatkan: meningkatnya tekanan darah, melemahnya kekuatan otot-otot tubuh, gangguan jantung, penurunan daya tahan tubuh, mengkisutnya organ hati (mengakibatkan pecahnya pembuluh darah lambung), kerusakan organ limpa (pankreas). Keseluruhan penurunan fungsi organ-organ vital tersebut pada akhirnya akan meluas dan mengancam fungsi organ tubuh lainnya, menuju kematian.

Alkohol “murni” dan/atau spirtus (seringkali dicampurkan didalam “miras oplosan”) bahkan dapat menimbulkan kebutaan mendadak, dan kematian mendadak.

Sebelum kontak dengan dunia luar, masyarakat Papua tidak pernah memiliki kultur “minum alkohol” atau “madat” lainnya. Alkohol bukan tradisi Papua.

Generasi emas Papua harus dilindungi dari pengaruh buruk minuman keras.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here