Kamis, Oktober 17, 2019

Kecanduan Miras dan Pengkisutan Otak

Must Read

7 Hal Wajib Persiapan Sebelum Melakukan Perjalanan Wisata

Kamu tentu tidak ingin sedih dan melewatkan momen indah, ketika tongsis alias tongkat narsis lupa saat sampai di tujuan wisata.

Ingin Berwisata Ke Sarmi? Inilah Tempatnya

Sarmi adalah singkatan dari nama suku-suku besar, yakni Sobey, Armati, Rumbuai, Manirem, dan Isirawa.

7 Tempat Wisata Populer Di Jerusalem

pacebro - Sejak ribuan tahun lalu Jerusalem sudah menjadi kota tua yang paling diperebutkan oleh bangsa-bangsa di dunia. Perebutan Jerusalem...

pacebro – Alkohol dapat merusak struktur dan fungsi jaringan otak sebagai akibat dari efek “neurotoxic” (racun) alkohol terhadap sel-sel saraf didalam jaringan otak.

Dengan semakin meningkatnya “dosis” tegukan miras maka akan semakin merusak bagian-bagian penting dari otak, seperti :

  • Lobus Frontal atau otak depan (penurunan kemampuan memutuskan dan memahami tujuan).
  • Sistem Limbik atau otak tengah (mudah emosi, pemarah, pelupa).
  • Serebellum atau otak kecil (penurunan ketangkasan gerak, penurunan keseimbangan).

Selanjutnya, dengan semakin menahunnya kecanduan alkohol (oleh sebab itu alkohol tergolong dalam zat “psikotropika”, sebab menimbulkan ketagihan, dimana semakin lama jumlah tegukan miras semakin banyak), maka kerusakan otak akan semakin parah; otak mengalami pengkisutan (cerebral atrophy), yang tidak bisa lagi kembali pada kemampuan seperti semula (penurunan fungsi otak permanen), dengan ciri: dementia (hilangnya kemampuan mengingat), gangguan perasaan (mood) berupa depresi, sensitif, temperamental (KDRT), serta anjloknya kecerdasan (cognitive).

Disamping itu, tidak kalah buruknya, peminum miras kronis akan mengakibatkan: meningkatnya tekanan darah, melemahnya kekuatan otot-otot tubuh, gangguan jantung, penurunan daya tahan tubuh, mengkisutnya organ hati (mengakibatkan pecahnya pembuluh darah lambung), kerusakan organ limpa (pankreas). Keseluruhan penurunan fungsi organ-organ vital tersebut pada akhirnya akan meluas dan mengancam fungsi organ tubuh lainnya, menuju kematian.

Alkohol “murni” dan/atau spirtus (seringkali dicampurkan didalam “miras oplosan”) bahkan dapat menimbulkan kebutaan mendadak, dan kematian mendadak.

- Advertisement -

Sebelum kontak dengan dunia luar, masyarakat Papua tidak pernah memiliki kultur “minum alkohol” atau “madat” lainnya. Alkohol bukan tradisi Papua.

Generasi emas Papua harus dilindungi dari pengaruh buruk minuman keras.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

video

Suku Huli; Merias Tubuh Untuk Kesadaran Akan Identitas

Orang Huli terkenal karena sifatnya yang suka berperang, agresif, dan hiasan wajahnya serta kostum yang dekoratif selama pertempuran.
video

Peduli Tragedi Nduga dan Wamena, Tim Persipura Bagi-bagi Ribuan Bunga

"Filosofinya kenapa harus bunga, air mineral dan pembatas buku, karena masing-masing benda tersebut memiliki lambang dan makna tersendiri," Kata Jaksen F Tiago.

Persipura Tidak Akan Bermarkas Di Jayapura Hingga Liga 1 Usai

Proses renovasi Stadion Mandala diperkirakan akan selesai pada bulan Desember mendatang
video

Kasuari Burung paling mematikan di dunia, Pria ini dianiaya hingga tewas

Jika berbicara tentang burung paling berbahaya, mungkin beberapa orang akan membayangkan burung elang emas atau burung condor. Dengan kemampuannya menyerang mangsa dan ukurannya yang besar...

Ritual Kematian Orang Anga di PNG, Dibiarkan Terbuka Untuk Cium Aroma Kematian

Mayat-mayat ini dilestarikan dengan teknik tingkat tinggi, dengan ketelitian dan persiapan.

More Articles Like This