Ellen Rachel Aragay bersama peserta kontes Face of Beauty International 2018 di India. Foto: facebook/ellen.aragay

pacebro – Perempuan asal Papua, Ellen Rachel Aragay tampil kontes Internasional. Ellen menjadi Perempuan asal Tanah Papua yang untuk pertama kalinya tampil di Kontes Face of Beauty International 2018 di India.

Tak tanggung-tanggun Ellen lulus menjadi finalis dalam kontes kecantikan yang dilansungkan di New Delhi, India sejak 7 – 17 September 2018.

Sebelumnya Ellen Rachel Aragay, pernah lolos jadi runner-up pada kontes Miss Indonesia 2014, kini kabarnya Ellen dalam aktifitas kesehariannya adalah seorang guru bahasa Inggris.

Ellen sendiri pernah mengeyam bangku studi di International Miracle Institute, Florida, Amerika Serikat. Tak hanya itu, Perempuan Papua satu ini penuh dengan talenta yakni jago basket, bagaimana tidak dia dan timnya pernah mengikuti kejuaraan Basket tingkat ASEAN u-18 yang berlansung di Vietnam pada tahun 2007 silam.

Perempuan Papua ini aktif mulai dalam kontes kecantikan sejak tahun 2012, yang mana saat itu kontes Miss Teen Face of Beauty International yang kini berubah nama menjadi Face of Beauty International.

Dikutip dari situs resminnya faceofbeautyinternational com, Kontes ini bertujuan untuk mencari dan membentuk pemimpin para perempuan di seluruh dunia, yang juga sekaligus berbagi visi dan misi.

Ellen bersama peserta kontes Face of Beauty International 2018 berpose Taj Mahal. Foto: facebook com/ellen.aragay
Ellen bersama peserta kontes Face of Beauty International 2018 berpose Taj Mahal. Foto: facebook/ellen.aragay

Selain, dalam kontes ini berbagai masalah perempuan dibicarakan salah satunya adalah kekerasan terhadap perempuan. Dalam wawancara dengan BBC, Ellen menyampaikan bahwa yang sedang dikampanyekan adaah bagaimana stop kekerasan terhadap perempuan baik di dalam rumah tangga ataupun dalam hubungan.

Namun, tampaknya Ellen tak menyinggung masalah sejarah politik Papua yang hingga kini belum usai. Menurutnya, karena bukan hanya di Papua yang menjadi daerah konflik politik tetapi di belahan dunia lainnya juga.

Salah satu pesan yang diusung Ellen adalah bagaimana membuktikan bahwa orang Papua juga bisa, punya martabat seperti orang-orang di bangsa lain di dunia maupun di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Ellen karena pernah alami peristiwa rasial yang dialamatkan kepadanya, saat pertama kali datang ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah.

Editor: Sarlota

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here