The news is by your side.

Kecewa, Penumpang Lion Air Tulis Surat Terbuka ke Presiden Jokowi

0 23

pacebro – Seorang penumpang Lion Air, Yusak Andato, mengeluhkan sikap manajemen Lion Air dalam melayani penumpang. Ia yang hendak melakukan perjalanan dari Jayapura menuju Jakarta, menemui berbagai kendala, dan menurutnya, sikap Lion Air sangat tidak manusiawi dalam mencarikan solusi.

“merasa aneh cara kerja manajemen dan aturan main pesawat ini masalah yang saya hadapi ”tulisnya di dalam awal surat terbuka tersebut.

Menurut Yusak , dia memang terlambat 2 dari waktu yang ditetapkan tetapi dirinya merasa diperlakukan “beda”. Karena bukan hanya dia, ada satu orang tetapi masih dipanggil untuk naik pesawat.

Selain masalah keterlambatan ini, Yusak juga mengajak masyarakat lainnya jika pesawat delay dikemudian hari bahwa penumpang juga punya hak untuk menuntut.

Berikut, isi surat Yusak yang telah disebar di jejaring sosial media:

HAL : RAKYAT MENGGUGAT JASA PENERBANGAN PESAWAT LION AIR

Kepada Yth PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DI-
JAKARTA

Saya Yusak Andato pengguna jasa pesawat LION AIR tujuan Jakarta, pagi ini 19/9/2018 . merasa aneh cara kerja manajemen dan aturan main pesawat ini masalah yang saya hadapi adalah:

1. saya memang terlambat kurang dri 2 menit dari waktu yang ditetapkan namun ada satu penumpang yang masih dipanggil untuk naik pesawat, anehnya pesawat masih ada tp katanya sudah close.
2. Dari bagian cek in minta saya bicra dengan manajemen pikiran saya mereka akan kontak untuk britahu bahwa masih ada penumpang yang melapor. ternyata perkiraan saya bedah, bhs mereka " Bapa terlambat dan tiket dinyatakan batal, kami akan kembalikan biaya 10 persen dan 90 milik perusahaan”.

Yang menjadi persoalan disini adalah:
1. Antara waktu dan pesawat seharusnya bisa dibantu apalagi pesawatnya masih ada, dan penumpang masih dipanggil. jika tidak bisa, saya bisa dipindahkan ke pesawat yang sama lion tp waktu yang berbeda

2. Kalau memang terlambat seharusnya mereka pertimbangkan waktu antra penumpang, pesawat dan resiko kerugian penumpang. dengan terlebih dhulu menelpon penumpang kendala yang dihadapi sebelum pesawat di tutup karena data dan nomor saya sd ada di lion.

Kaitan dengan itu saya minta kepda bp presiden bahwa:

1. Papua jangan dijadikan lahan bisnis oleh LION AIR, karena pesawat ini sangat bermasalah dipapua, karena ketika pesawat yang terlabat mereka cuma katakan permohonan "maaf kepada penumpang " tp ketika penumpang yang telambat penumpang harus menerima resiko denda " ini tidak adil sehingga pihak pesawat LION AIR harus bertanggungjawab jika tidak pihk pesawat telah merugikan rakyat.
2. sangsi dan aturan 90 % oleh pesawat harus dibatalkan dan ditinjau kembali.

Demikian

Hormat

YUSAK ANDATO

* Note: Telah diedit oleh Redaksi, karena surat yang disebar dalam Huruf Kapital. Tetapi tidak mengurangi dan melebihkan isi surat terbuka.

Editor: Sarlota


loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More