Antara Sepak Bola dan Musik di Tanah Papua

1
4
Hollandia Voetbal Club atau HVC adalah Cikal-bakal kesebelasan PERSIPURA
Hollandia Voetbal Club atau HVC adalah Cikal-bakal kesebelasan PERSIPURA. Photo Dok Pace Bro

Oleh: Emanuel Y. Giyai, S. IP*

Sepak Bola dan Musik adalah dua sisi mata uang koin yang tak dapat dipisahkan dalam sejarah dan keseharian orang asli Papua dalam tempo yang lama dan mengakar. Keduanya kadang diidentikkan dengan jati diri orang asli Papua.

Jika berkata harga diri berarti apapun menjadi taruhan demi meraihnya tanpa mengedepankan segala sesuatu yang mengikat baik kesibukan pribadi hingga kepentingan yang kompleks karena disana menyangkut sesuatu yang nilainya tak bisa digantikan oleh apapun sekalipun milyaran.

Berbicara Sepak Bola, selalu saja ada banyak istilah tentang olahraga yang satu ini di Papua. Banyak yang mengatakan Papua adalah gudang pesepakbola Indonesia Papua adalah masa depan sepakbola Indonesia dan banyak istilah sesuai versi masing-masing penggemar olahraga ini.

Dalam sejarah sepakbola di Papua, olahraga ini selalu mendapat dukungan dari pihak manapun baik pemerintah maupun swasta dalam berbagai hal mulai dari fasilitasnya hingga gaji pemain yang fantastis dan menggiurkan nilainya. Sehingga olahraga ini berkembang sangat pesat di Papua dengan muncul berbagai klub-klub lokal di setiap daerah yang tersebar, dan dalam waktu yang singkat salah satu klub di Jayapura yaitu PERSIPURA JAYAPURA (namanya berganti beberapa kali) bangkit dan disulap menjadi klub ternama dan disegani di Tanah Air dan Asia Tenggara.

Persipura pun menjadi klub idola bukan hanya bagi setiap anak Papua yang ingin memilih masa depannya sebagai pesepakbola namun dari daerah lain di Indonesia, sehingga tidak menjadi sebatas olahraga namun disana harga diri dan martabat orang Papua dipertaruhkan. Kini nama PERSIPURA menjadi abadi dan melegenda dalam setiap benak orang Papua. Lainnya yang tidak kalah dan menjadi nafas hidup orang Papua adalah MUSIK.

Beberapa waktu yang lalu dalam suatu lauching album rohani dari Highland Praise Papua di GOR Cenderawasih APO Kota Jayapura, Presiden GIDI, Pdt. Dorman Wandikbo mengatakan ” Orang Papua adalah Musik, ketika mendengar bunyi musik yang dimainkan tetangga, mereka akan goyang-goyangkan kepala. Itu tandanya dalam dirinya mengalir darah Musik”.

Berawal dari Mambesak bersama Arnold Ap dkk hingga pada akhirnya dikolaborasikan oleh Black Brothers dengan musik modern unik yang dikomandoi Bung Andy Ayamiseba kala itu, musik hadir menjadi sebuah nafas dan urat nadi orang Papua yang merasa sedang hidup dalam kegelapan yang berkepanjangan.

Dari album ke album yang diluncurkan, Black Brothers mampu menghipnotis pecinta musik tanah air hingga ke negara-negara pasifik bahkan Eropa dan akhirnya menjadi Band Legendaris Tanah Papua. Sehingga memang benar bahwa Sepakbola dan Musik adalah dua sisi koin yang tak dapat dipisahkan hingga langit terbelah bagi orang Papua.

Hal yang menjadi catatan pribadi dalam perjalanan perkembangan keduanya adalah
– Sepakbola berkembang baik
– Sepakbola menghibur (walau sesaat)
– Sepakbola menjadi mahal nilai jualnya
– Sepakbola adalah jati diri
– Sepakbola banyak pendukung/sponsor
– Milyaran bukan ukuran untuk sepakbola demi jati diri dan lain lain.

Tak kalah juga dengan sepak bola, Musik juga adalah jati diri orang Papua berusaha mengangkat jati diri dari waktu ke waktu. Namun kesannya banyak penggiat musik di Tanah ini dalam berbagai kesempatan berusaha meyakinkan dari hati ke hati tetapi, terkesan kurang terlihat oleh para pecinta dan penggemarnya.

Dari sekian banyak keunggulannya, musik akan hidup selamanya sepanjang alat elektronik belum lenyap dari muka bumi. Misalnya saya mengenal lagu Hari Kiamat (Black Brothers) tahun 2000an saat di bangku SD kelas 6 yang ternyata direcord beberapa tahun sebelumnya dan terdengar hingga kini.

Berbeda dengan sepak Bola, kita nonton hari ini, pulang ke rumah langsung lupa pemain hingga gaya bermainnya yang pada akhirnya hanya tahu siapa yang menang dan yang kalah, serta skor akhir dan nama diakhir kompetisi, yang tersisa hanyalah siapa Juaranya. Lupa semuanya tentang satu musim berjalan tsb.

Jika keduanya adalah penting dan merupakan jati diri orang Papua, kini saatnya Sepakbola maupun Musik wajib hukumnya mendapatkan segala fasilitas dan sponsor yang sama demi jati diri orang Papua.

*Musisi dan Pemerhati Seni Asal Wilayah Adat Meepago Papua

- Space Iklan -
Pasang Iklan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here