in ,

Musik Lokal; Jati Diri yang Kian Terkikis

Pikon, Alat Musik Tradisional Papua. Photo from PACE

Oleh : Emanuel Y. Giyai, S. IP*

Beberapa waktu lalu, saya pernah menulis tentang Posisi Musik dan Sepak Bola di tanah Papua yang dapat mengangkat jati diri orang Papua, dimana dalam ulasannya musik berada pada posisi tercipta dan diciptakan sekali tetapi dapat didengar sepanjang masa, sedangkan sepak bola hanya ditonton sekali, dan setelah pulang ke rumah penonton akan lupa cara bermain dan lainnya yang tersisa hanyalah siapa yang menang dan siapa yang kalah.

Baca: Antara Sepak Bola dan Musik di Tanah Papua

Musik di Papua bisa dikategorikan sesuai alirannya. Misalnya Reggae, Pop, tradisional, rock, akustik, jazz dll. Dari beberapa jenis aliran musik yang sudah berkembang, bisa dibedakan antara aliran musik yang berkembang baik, aliran musik yang berkembang perlahan dan aliran musik yang masih jalan ditempat. Aliran musik yang sedang berkembang baik adalah misalnya aliran musik hip hop dan aliran musik reggae.

Kedua aliran musik ini sedang tren dan kadang dilaksanakan festival maupun perlombaan secara kedaerahan maupun antar daerah. Dalam konteks ke-Papua-an dan jati diri kita sebagai rumpun Melanesia yang hidup di atas samudera Pasifik, kita perlu memahami akan identitas, jati diri dan ciri khas kita yang telah melekat dalam berbagai hal seperti dalam hal seni sekalipun. Musik adalah Bahasa Jiwa yang menghidupkan dan tergantung selera tetapi juga perlu dipahami asal usul aliran musik tersebut.

Perkembangan pesat kebudayaan daerah lain bisa mempengaruhi lambannya perkembangan kebudayaan suatu daerah yang menggunakannya.

Pikon, Alat Musik Tradisional Dari Papua . Photo from Aweidanews

Kita bisa lihat saja, semangat generasi muda dalam mengangkat musik tradisional dan musik ciri khas Papua semakin pudar bahkan hilang. Hari ini dunia haus dan butuh yang original dalam apa saja. Dunia akan mengenal orang Papua melalui keaslian dan kepolosannya bukan melalui budaya dan keaslian suku bangsa lain.

Kita tak perlu berbangga dan sibuk mempertahankan aliran musik benua lain, menampilkan jati diri sendiri yang sederhana sangatlah baik sebagai bagian dari warisan leluhur dan titipan Tuhan, yang penting dapat disesuaikan dengan perkembangan dalam kolaborasi dan arrancement dalam mempertahankan keharuman aliran kita sendiri.

* Penulis adalah Musisi dan Pemerhati Seni Wilayah adat Meepago

What do you think?

Written by pacebro

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

Hollandia Voetbal Club atau HVC adalah Cikal-bakal kesebelasan PERSIPURA. Photo Dok Pace Bro

Antara Sepak Bola dan Musik di Tanah Papua

Benci Tapi Rindu – Lirik Lagu