Selasa, Oktober 22, 2019

Musik Lokal; Jati Diri yang Kian Terkikis

Must Read

Ini 11 Tempat Wisata Populer di Kota Timika

Jika sobat berkunjung ke Timika, berwisatalah ke tempat menarik dengan sejuta pesona alam Papua berikut ini.

Habema, Danau Tertinggi di Indonesia

Danau Habema memang bisa dikatakan sebagai danau di atas awan.

Ini Destinasi Wisata dan Pesona Fak-Fak ‘Kota Pala’ Yang Harus Anda Kunjungi

Masyarakat Fak-Fak memiliki semboyan Satu Tungku Tiga Batu yang mencerminkan keberagaman dalam berkeyakinan dan toleransi antar sesama.

Oleh : Emanuel Y. Giyai, S. IP*

Beberapa waktu lalu, saya pernah menulis tentang Posisi Musik dan Sepak Bola di tanah Papua yang dapat mengangkat jati diri orang Papua, dimana dalam ulasannya musik berada pada posisi tercipta dan diciptakan sekali tetapi dapat didengar sepanjang masa, sedangkan sepak bola hanya ditonton sekali, dan setelah pulang ke rumah penonton akan lupa cara bermain dan lainnya yang tersisa hanyalah siapa yang menang dan siapa yang kalah.

Baca: Antara Sepak Bola dan Musik di Tanah Papua

Musik di Papua bisa dikategorikan sesuai alirannya. Misalnya Reggae, Pop, tradisional, rock, akustik, jazz dll. Dari beberapa jenis aliran musik yang sudah berkembang, bisa dibedakan antara aliran musik yang berkembang baik, aliran musik yang berkembang perlahan dan aliran musik yang masih jalan ditempat. Aliran musik yang sedang berkembang baik adalah misalnya aliran musik hip hop dan aliran musik reggae.

Kedua aliran musik ini sedang tren dan kadang dilaksanakan festival maupun perlombaan secara kedaerahan maupun antar daerah. Dalam konteks ke-Papua-an dan jati diri kita sebagai rumpun Melanesia yang hidup di atas samudera Pasifik, kita perlu memahami akan identitas, jati diri dan ciri khas kita yang telah melekat dalam berbagai hal seperti dalam hal seni sekalipun. Musik adalah Bahasa Jiwa yang menghidupkan dan tergantung selera tetapi juga perlu dipahami asal usul aliran musik tersebut.

- Advertisement -

Perkembangan pesat kebudayaan daerah lain bisa mempengaruhi lambannya perkembangan kebudayaan suatu daerah yang menggunakannya.

Pikon, Alat Musik Tradisional Dari Papua . Photo from Aweidanews

Kita bisa lihat saja, semangat generasi muda dalam mengangkat musik tradisional dan musik ciri khas Papua semakin pudar bahkan hilang. Hari ini dunia haus dan butuh yang original dalam apa saja. Dunia akan mengenal orang Papua melalui keaslian dan kepolosannya bukan melalui budaya dan keaslian suku bangsa lain.

Kita tak perlu berbangga dan sibuk mempertahankan aliran musik benua lain, menampilkan jati diri sendiri yang sederhana sangatlah baik sebagai bagian dari warisan leluhur dan titipan Tuhan, yang penting dapat disesuaikan dengan perkembangan dalam kolaborasi dan arrancement dalam mempertahankan keharuman aliran kita sendiri.

* Penulis adalah Musisi dan Pemerhati Seni Wilayah adat Meepago

More Articles Like This

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Keuntungan Freeport Indonesia di Papua

Freeport saat ini memiliki tambang tembaga dan emas bawah tanah terbesar di dunia, yang terus dikembangkan.
video

Suku Huli; Merias Tubuh Untuk Kesadaran Akan Identitas

Orang Huli terkenal karena sifatnya yang suka berperang, agresif, dan hiasan wajahnya serta kostum yang dekoratif selama pertempuran.
video

Peduli Tragedi Nduga dan Wamena, Tim Persipura Bagi-bagi Ribuan Bunga

"Filosofinya kenapa harus bunga, air mineral dan pembatas buku, karena masing-masing benda tersebut memiliki lambang dan makna tersendiri," Kata Jaksen F Tiago.

Persipura Tidak Akan Bermarkas Di Jayapura Hingga Liga 1 Usai

Proses renovasi Stadion Mandala diperkirakan akan selesai pada bulan Desember mendatang
video

Kasuari Burung paling mematikan di dunia, Pria ini dianiaya hingga tewas

Jika berbicara tentang burung paling berbahaya, mungkin beberapa orang akan membayangkan burung elang emas atau burung condor.Dengan kemampuannya menyerang mangsa dan ukurannya yang besar...