Penambang Liar Masih Beroperasi, Warga Tantang Pemerintah

0
3
Helikopter yang digunakan untuk angkut penambang liar ke Korowai. Foto: Jmh Nemangkawi Nao
Helikopter yang digunakan untuk angkut penambang liar ke Korowai. Foto: Jmh Nemangkawi Nao

Penambang Liar yang kabarnya hingga kini masih melakukan aktifitas tambang di sepanjang Sungai Deiram Hitam, di Wilayah Korowai. Penambang Liar ini memasuki lokasi tambang dari berbagai daerah, sepanjang ini diketahui paling banyak masuk melalui Danowage, Kabupaten Boven Digoel.

Diketahui bahwa aktifitas tambang berlansung sejak tahun 2017 lalu, namun pemerintah tampak lamban dalam mengatasi aktifitas tambang liar ini.

Sebelumnya, pada pertengahan Agustus 2018, pejabat Gubernur Papua Soedarmo, Perwakilan DPRP, Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar, dan Pangdam Cendrawasih Mayjen George Supit mendatangi lokasi tambang liar tersebut dan menyampaikan bahwa akan menutup akses penambang dan aktivitas jual-beli emas.

Sementara itu, seorang penginjil dari Korowai, Jimmy Weya, mengaku menyaksikan setiap hari tiga sampai empat kali helikopter carteran mengangkut puluhan pendulang dari Bandara Tanah Merah masuk di Danowage. Hal tersebut dibenarkan oleh seorang warga, Herman Pakpahan yang menerima pesan dari Jimmy.

“Saya sebagai penginjil dan gembala yang mengembalakan domba-domba di jemaat Jerusalem Pos daDanowage, sangat kecewa atas orang-orang perampok dan pencuri emas illegal Korowai Batu,” tulis Jimmy Weya dilansir situs seputarpapua.

Menurutnya bahwa penambangan emas liar di hutan belantara Papua melibatkan sejumlah oknum pengusaha dan mantan pejabat di Yahukimo. Mereka membuat sekitar 15 helipad untuk didarati helikopter yang mengangkut para pendulang ke sana.

“Pertanyaan saya di sini adalah apakah Indonesia punya hukum itu benar adakah? Indonesia katakan negara hukum namun kapan akan dipake hukum itu? di mana keadilan negara ini? kapan membela suarah orang miskin dan lemah?,” tantangnya, kepada pemerintah yang dinilai skeptis dalam penyelesaian kasus tambang ini.

Jimmy Weya bersama misionaris asal Amerika Serikat Trevor Johnson berjuang agar penambangan emas liar di tengah kemiskinan orang Papua di Korowai dan sekitarnya segera dihentikan.

Mereka sebelumnya mendesak pemerintah, kemudian akhirnya Penjabat Gubernur Papua Soedarmo bersama Kapolda, Pangdam dan DPR Papua, menutup aktivitas penambangan liar yang juga disinyalir menggunakan bahan kimia berbahaya di Korowai.

“Tetapi setelah ditutup baru 2 minggu, tidak lama lagi ribuan pencuri (penambang liar) masuk lebih para lagi,” ungkapnya.

Penambangan liar di Korowai dan beberapa wilayah sekitarnya diduga dibekingi oleh sejumlah oknum aparat keamanan, pemerintah dan para pengusaha. Bahkan mereka tak tanggung-tanggung membuka tempat pendaratan helikopter.

Mereka membuka kawasan pendulangan dengan cara membayar harga tak setimpal kepada masyarakat pemilik hak ulayat. Ironisnya, aktivitas itu berlangsung di tengah kemiskinan orang Korowai, suku terasing di wilayah selatan Papua.”

“apakah negara ini ada hukum? Dimanakah penegak hukumnya? Coba buktikan kalau negara ini ada hukum,” ungkapnya.

- Space Iklan -
Pasang Iklan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here