Image by TymonOziemblewski on Pixabay

YouTube baru-baru ini mengumumkan bahwa tidak akan menyediakan fitur komentar pada video yang menampilkan anak berusia 13 tahun ke bawah.

Hal tersebut dilakukan YouTube untuk mencegah para pedofil yang sering menulis komentar tak senonoh.

“Tak ada yang lebih penting bagi kami selain memastikan keamanan anak-anak di platform kami,” kata CEO YouTube, Susan Wojcicki, dilansir New York Times Jumat (1/3/2019).

Keinginan untuk menutup fitur komentar ini berawal dari video fenomenal yang dibuat oleh channel YouTube “MattsWhatItIs” pada 17 Februari 2019. Dalam Video berdurasi hampir 20 menit itu menampilkan bagaimana aksi para pedofil mengancam keamanan anak-anak tiap saat.

Dalam tersebut, MattsWhatItIs menjelaskan bahwa seorang pedofil berkomentar vulgar lantas memancing pedofil lain untuk berbuat serupa. Alhasil, video anak-anak menjadi tempat pelampiasan hasrat tak senonoh para pedofil.

Faktanya, video yang menampilkan anak-anak di YouTube mungkin awalnya dibuat sama sekali tak mengarah ke p0rnografi. Dan seperti kehidupan normal layaknya, yang hanya memperlihatkan anak kecil bermain dan berolahraga.

Keheboan video ini berawal dari tidak ada pengiklan dari Kanal Youtube MattsWhatItIs,  hal tersebut menjadi perbincangan hangat warganet, hingga beberapa perusahaan termana.

Karena kontroversi ini beberapa perusahaan merek ‘ternama’ seperti Nestle, Epic Games, GNC, Walt Disney, dsb, mencabut iklan mereka dari YouTube. Hal tersebut YouTube dibuat ketar-ketir, sebab ini soal keberlansungan bisnis.

Pembicaraan Topik “Kejahatan terhadap Anak”, membuat Youtube panik dan mengaku dan mengklaim saat ini sudah menonaktifkan komentar di jutaan video yang menampilkan anak 13 tahun ke bawah.

Dan YouTube mengaku dalam beberapa bulan ke depan akan menargetkan hampir semua video yang menampilkan anak-anak sama sekali tak bisa dikomentari.

Selain itu, Beberapa video anak tetap bisa dikomentari Meski begitu, masih ada yang menjadi pengecualian. YouTube juga mengaku,akan ada sebagian kecil video anak-anak yang teridentifikasi tak memiliki risiko kedatangan para pedofil.

Misalkan pada video anak-anak yang merevew mainan. YouTube mengakut tidak akan mematikan fitur komentar, tetapi akan dimoderasi secara ketat,.

YouTube menjanjikan akan menggunakan sistem machine learning (ML) yang baru untuk identifikasi serta menghapus komentar-komentar para predator.  Jadi, sobat. Mari kita tunggu realiasi dari Youtube.

Editor: Bernard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here